Untuk menanamkan sejak dini budaya sekolah aman dan nyaman pada...
Read More
Seni lahir dari manusia untuk bisa menyuarakan gagasan, mengolah pengalaman, serta merangkai makna melalui berbagai media. Dalam dunia pendidikan, seni tidak sekadar menjadi sarana keterampilan, tetapi juga ruang pembentuk kepekaan, imajinasi, dan kebijakan berpikir. Kata, nada, dan warna merupakan tiga unsur yang merepresentasikan cara manusia berkomunikasi.
Guna mewadahi cara komunikasi tersebut SD, SMP dan SMA Kesatuan Bangsa mengadakan Festival Bahasa dan Seni pada 24-25 Januari 2026 di Museum Sonobudoyo Daerah Istimewa Yogyakarta. Program diikuti oleh seluruh siswa Sekolah Kesatuan Bangsa dengan mengirimkan dan melakukan pertunjukan karya visual di Museum Sonobudoyo. Karya-karya tersebut meliputi karya berupa lukisan, karya seni rupa patung dan instalasi. Selain itu seni gerak dan suara siswa dari SD, SMP dan SMA juga unjuk diri di bagian teras museum yang cukup membetot perhatian publik.
Festival Bahasa dan Seni ini dibuka dan dihadiri puluhan tamu undangan dari perwakilan perwakilan Yayasan Kesatuan Bangsa Mandiri, para orang tua dan Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga DIY. Sebelum pembukaan resmi dilakukan beberapa tamu memberikan sambutan terutama perwakilan Dikpora Bantul yaitu Kepala Balai Pendidikan Menengah Kabupaten Bantul Bapak Ismunardi, S.Pd., M.M. Dalam sambutannya beliau menekankan pentingnya siswa juga mendalami bahasa dan seni sebagai ruang ekspresi dan pengembangan karakter siswa. Bapak Ismunardi juga mewanti-wanti agar Kesatuan Bangsa tetap terus menjadikan sekolah sebagai ruang pengembangan potensi yang ada sehingga seluruh siswa dapat berkembang tanpa melupakan akar sejarahnya. []
Untuk menanamkan sejak dini budaya sekolah aman dan nyaman pada...
Read MoreSMA Kesatuan Bangsa kembali mempersembahkan medali untuk Indonesia. Raihan perak...
Read MoreKet. : Instruktur Apple Education Community memotivasi para pengajar di...
Read MoreKabar baik datang pada Selasa, 26 Mei 2026, pemerintah melalui...
Read More